REKONSTRUKSI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: MENEGUHKAN DIMENSI SPIRITUAL, MORAL, DAN HUMANISTIK PENDIDIKAN
DOI:
https://doi.org/10.53640/af0b4632Keywords:
Pendidikan Islam, Artificial Intelligence, Filsafat Pendidikan, Akhlak, HumanismeAbstract
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap pendidikan, termasuk pendidikan Islam. AI menawarkan peluang berupa personalisasi pembelajaran, perluasan akses, bantuan belajar, dan pengayaan sumber belajar. Namun, semakin kuatnya kehadiran AI juga melahirkan pertanyaan filosofis mendasar mengenai hakikat manusia, makna ilmu, tujuan pendidikan, kedudukan guru, serta pembentukan akhlak peserta didik. Artikel ini bertujuan merekonstruksi paradigma pendidikan Islam di era Artificial Intelligence dengan menempatkan nilai-nilai Islam, akhlak, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama transformasi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis tematik terhadap literatur filsafat pendidikan Islam, pendidikan Islam kontemporer, artificial intelligence, serta kebijakan pendidikan yang berorientasi pada manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI harus ditempatkan sebagai instrumen, bukan sebagai subjek atau tujuan akhir pendidikan. Pendidikan Islam perlu bergerak dari paradigma yang berpusat pada teknologi menuju paradigma yang berpusat pada nilai dan manusia, yaitu paradigma yang memanfaatkan AI untuk memperkuat pembelajaran tanpa menggantikan agensi manusia, otoritas pedagogis guru, pembinaan spiritual, dan tanggung jawab moral. Rekonstruksi paradigma tersebut bertumpu pada empat prinsip, yaitu orientasi teologis, pembelajaran yang berpusat pada manusia, literasi etis dan kritis, serta integrasi ilmu dengan akhlak. Dengan demikian, masa depan pendidikan Islam tidak ditentukan semata-mata oleh kecanggihan AI, melainkan oleh kemampuan manusia mengarahkan teknologi untuk membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak, matang secara spiritual, dan bertanggung jawab secara sosial.
References
Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization, 1980.
Ali, Nuraliah, Mulida Hayati, Rohmatul Faiza, and Alfi Khaerah. “Artificial Intelligence (AI) Dalam Pendidikan Islam: Trends, Persepsi, Dan Potensi Pelanggaran Akademik Di Kalangan Mahasiswa.” Indonesian Journal of Islamic Religious Education 1, no. 1 (2023): 51–66. https://doi.org/10.63243/1sgbam44.
Astuti, Mardiah, Herlina, Ibrahim, Miftahur Rahma, Siska Salbiah, and Ima Jumratus Soleha. “Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi Dalam Pendidikan Islam.” Concept: Journal of Social Humanities and Education 2, no. 3 (2023): 28–40. https://doi.org/10.55606/concept.v2i3.504.
Diyana, Dedeh, Dina Roihana, Fadil Muhamad Fitrian, and Zahra Nadia. “AI Dalam Pendidikan: Solusi Inovatif atau Ancaman bagi Guru.” Ilmu Pendidikan (2025): 1–12.
Langgulung, Hasan. Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1987.
Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.
Nata, Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana, 2010.
Oktalisa, Nurul Eka, Muhd Ar, and Imam Riauan. “Transformasi Digital Perspektif Islam: Masyarakat Ihsan di Tengah-Tengah Pasar Artificial Intelligence.” Prosiding Seminar Nasional AMIKOM Surakarta (2024): 1385–1398.
Resky, Muhammad, and Yayat Suharyat. “Analysis of AI Technology Utilization in Islamic Education.” Procedia of Social Sciences and Humanities International Symposium on the Interplay of Science, Technology, and Socio-Economic Development 5, no. 1 (2024): 132–140.
Sari, Padia Nadila, and Mohammad Salehudin. “Peran Teknologi AI PAUDPEDIA Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Dalam Meningkatkan Literasi Digital Anak Usia Dini Di TK ABA 3 Samarinda.” 9, no. 3 (2024): 169–179.
Syafrin, Yulia, Muhiddinur Kamal, Arman Husni, and Negeri IAIN Bukittinggi. “Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” 2, no. 1 (2023): 72–77.
UNESCO. Guidance for Generative AI in Education and Research. Paris: UNESCO, 2023.
UNESCO. AI Competency Framework for Teachers. Paris: UNESCO, 2024. https://doi.org/10.54675/ZJTE2084.
UNESCO. AI Competency Framework for Students. Paris: UNESCO, 2024.
Zaman, Akhmad Qomaru, Dwi Retnani Srinarwati, Meishin Nabilah, Marsela Keventina Iwas, and Mayta Nur Azizah. “Refleksi dan Evaluasi Implementasi AI dalam Kegiatan Belajar.” 2, no. 2 (2025): 359–369.
Rusli, Radif Khotamir, dan Zahra Khusnul Lathifah. “Filsafat Pendidikan Islam dan Teknologi AI: Integrasi Etis untuk Pendidikan Holistik.” Jurnal Ushuluddin 24, no. 2 (2025): 61–89. https://doi.org/10.51900/ushuluddin.v24i2.26863.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Misran Misran, Akhmad Riadi, Maryam Maryam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.