PENGARUH PELATIHAN PRANIKAH TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA: STUDI SURVEI PADA PESERTA FORUM KOTA SEHAT TASIKMALAYA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53640/s6ayfz10

Keywords:

Keharmonisan Keluarga, Kota Sehat, Pelatihan Pranikah.

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh statistik pelatihan pranikah terhadap keharmonisan keluarga pada peserta Forum Kota Sehat di Tasikmalaya. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif. Populasi terdiri atas 35 peserta pelatihan pranikah angkatan 2021 yang telah menikah dan seluruh anggota populasi dijadikan sampel melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima kategori. Setelah uji validitas, digunakan 20 item untuk variabel pelatihan pranikah dan 20 item untuk variabel keharmonisan keluarga; koefisien Cronbach’s Alpha masing-masing sebesar 0,894 dan 0,952. Analisis data meliputi uji normalitas residual, uji linearitas, regresi linier sederhana, uji hipotesis, dan koefisien determinasi. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 21,318 + 0,763X. Pelatihan pranikah menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan keharmonisan keluarga (t = 6,592; p < 0,001; beta terstandar = 0,754). Model menjelaskan 56,8% variasi keharmonisan keluarga (R² = 0,568), sedangkan 43,2% berkaitan dengan faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan kontribusi statistik pelatihan pranikah pada sampel penelitian, tetapi desain survei tidak dengan sendirinya membuktikan kausalitas eksperimental.

References

Aqsho, M. (2017). Keharmonisan Dalam Keluarga Dan Pengaruhnya Terhadap Pengamalan Agama. Almufida, 2(1), 36-52.

Damayanti, I., & Fitriyani, E. (2020). Pelatihan Pranikah Berbasis Pengetahuan dan Keterampilan bagi Pasangan yang akan Menikah pada KUA Marpoyan Damai Pekanbaru. Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam, 14, 33-44.

Daradjad. (2009). Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: Cipta Loka. Gunarsa, S. (2004). Psikologi untuk Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Fatmawati. (2016). Peran Keluarga Terhadap Pembentukan Kepribadian Islam Bagi Remaja. Jurnal RISALAH, 27(1), 17-31.

Herwina, W. (2021). Analisis Model-model Pelatihan. Madiun: CV. Bayfa Cendekia Indonesia.

Idayu, H. (2018). Konseling Pranikah dalam Upaya Meningkatkan Kesiapan Mental Menuju Keluarga Sakinah Pada Mahasiswi Psikologi Semester VIII Tahun Ajaran 2017/2018 UIN Sunan Ampel Surabaya. Skripsi: UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kustini. (2013). Menelusuri Makna Di Balik Fenomena Perkawinan Di Bawah Umur Dan Perkawinan Tidak Tercatat. Jakarta: Pustlitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat.

Melisa. (2005). At-risk Individuals’ Awareness, Motivation, Roadblocks to Participation. Brigham Young University: Thesis.

Murray, C.E. & Murray Jr., T.L. (2004). Solution-focused premarital counseling: helping couples build a vision. Journal of Marital and Family Therapy; Jul 2004; 30, 3.

Qaimi, A. (2002). Menggapai Langit Masa Depan Anak. Bogor: Cahaya.

Riyadi, A. (2013). Bimbingan Konseling Perkawinan. Yogyakarta: Ombak.

Roza, S., Zatrahadi, M.F., Darmawati, dan Silawati. (2018). Pengaruh Konseling Pranikah Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Di Kua Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 1(2), 1-7.

Santoso, B. (2010). Skema dan Mekanisme Pelatihan. In B. Santoso, Skema dan Mekanisme Pelatihan (p. 11). Jakarta: Terangi.

Satriah, L. (2018). Bimbingan Konseling Keluarga. Bandung: Fokus Media.

Shalih, S.F. (2010). Untukmu yang akan menikah dan telah menikah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Silaen, S. dan Heriyanto, Y. (2013). Pengantar Statistik Sosial. Jakara : IN Media, 139.

Downloads

Published

2026-06-30