RANCANGAN TEKNIS DESAIN PUSH BACK PENAMBANGAN BATUBARA PADA PIT 1A DI PT. NATA ENERGI RESOURSES JOB SITE PT. ATHA MARTH NAHA KRAMO, KABUPATEN MALINAU, PROPINSI KALIMANTAN UTARA
DOI:
https://doi.org/10.53640/jgp.v2i22.313Kata Kunci:
Push Back, Pit, Stripping RatioAbstrak
Push Back penambangan merupakan bentuk-bentuk penambangan yang menunjukkan bagaimana suatu Pit akan ditambang dari tahap awal hingga tahap akhir rancangan tambang (Pit limit). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat rancangan push back penambangan pada Pit 1A, milik PT. Atha Marth Naha Kramo, yang berlokasi di Kabupaten Malinau, Propinsi Kalimantan Utara. Rancangan Push back Penambangan dilakukan selama 8 tahun, dengan target produksi yang direncanakan tidak melibihi batas stripping ratio (SR) ekonomis maksimal yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu 10 : 1.
Pertimbangan dasar rancangan mengacu data-data yang diberikan oleh pihak perusahaan, seperti geometri lereng pada desain pit, geometri lereng pada desain disposal dan geomteri jalan tambang. Perhitungan geometri tersebut secara teori telah aman dan layak digunakan. Analisis data dan rancangan push back pada penelitian ini menggunakan software Minescape 5.7.
Jumlah cadangan batubara tertambang (mineable) berdasarkan Pit limit yang dirancang adalah 15.368.857,0 MT, dan material tanah penutup (overburden) sebesar 118.319.870,3 BCM, stripping ratio (SR) 7,7 : 1Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Jurnal Geologi dan Pertambangan (JGP) adalah jurnal berakses terbuka (open access). Seluruh artikel yang diterbitkan di JGP dilesensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Di bawah lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk membagikan (menyalin dan menyebarluaskan materi dalam bentuk atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengubah bentuk, dan membuat turunan dari materi untuk tujuan apa pun, termasuk komersial), dengan syarat memberikan retribusi/kredit yang sesuai kepada penulis asli dan JGP sebagai media terbitan pertama, serta menyebarluaskan karya turunan di bawah lisensi yang sama. Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas artikel mereka.



