ANALISIS GETARAN TANAH AKIBAT PELEDAKAN UNTUK MENCAPAI KONDISI AMAN PADA KAWASAN PEMUKIMAN PADA PT. CIPTA KRIDATAMA SITE MHU
DOI:
https://doi.org/10.53640/jgp.v2i16.122Abstrak
Kegiatan perencanaan peledakan dalam industri pertambangan yang kurang tepat akan menghasilkan getaran tanah (ground vibration) dan suara (air blast) yang berlebihan. Getaran hasil peledakan dapat berpengaruh terhadap suatu bangunan bila melampaui ambang batas ketahanan bangunan tersebut, terutama bila kegiatan peledakan berdekatan dengan pemukiman masyarakat sekitar lokasi penambangan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa nilai getaran tanah dari hasil peledakan dengan menggunakan desain peledakan yang telah diterapkan oleh PT. Cipta Kridatama, serta untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kawasan pemukiman penduduk berdasarkan nilai baku mutu SNI 7571.
Dari perhitungan menggunakan hasil pengukuran getaran tanah diperoleh nilai K rata-rata sebesar 1,774.29. Perhitungan dengan menggunakan scaled distance = 80 dapat dijadikan acuan awal dalam menentukan jumlah isian maksimum bahan peledak terhadap jarak pengukuran getaran peledakan / pemukiman. Berdasarkan pengukuran getaran tanah yang dihasilkan akibat peledakan selama bulan April – Juni 2011 dengan geometri peledakan yang diterapkan oleh PT. Cipta Kridatama terbukti getaran tanah menurut SNI 7571 berada dalam kondisi aman dengan hasil pengukuran masih berada di bawah 2 mm/s
Kata Kunci : Getaran tanah, Peledakan, SNI 7571
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Jurnal Geologi dan Pertambangan (JGP) adalah jurnal berakses terbuka (open access). Seluruh artikel yang diterbitkan di JGP dilesensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Di bawah lisensi ini, pembaca dan penulis bebas untuk membagikan (menyalin dan menyebarluaskan materi dalam bentuk atau format apa pun) serta mengadaptasi (mengubah, mengubah bentuk, dan membuat turunan dari materi untuk tujuan apa pun, termasuk komersial), dengan syarat memberikan retribusi/kredit yang sesuai kepada penulis asli dan JGP sebagai media terbitan pertama, serta menyebarluaskan karya turunan di bawah lisensi yang sama. Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas artikel mereka.



