STUDI PENCEGAHAN PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG DENGAN METODE ENKAPSULASI
DOI:
https://doi.org/10.53640/jgp.v1i17.292Keywords:
air asam, enkapsulasi, pemantauan, kualitas tanah, kualitas airAbstract
Kegiatan penambangan batubara berpotensi pencemaran berupa air asam tambang. Upaya pencegahan dilakukan dengan metode enkapsulasi pada area waste dump. Namun sering tidak dilakukan evaluasi terhadap model enkapsulasi serta pemantauan kualitas tanah dan air. Penelitian ini dilakukan di daerah Lati dan Sambarata Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur Indonesia untuk mengkaji penerapan metode enkapsulasi. Berdasarkan evaluasi model geokimia, material NAF hanya 20–30% dari volume total overburden di daerah penelitian. Jumlah material NAF yang terbatas menimbulkan permasalahan pelaksanaan metode enkapsulasi. Metode penelitian meliputi: studi pustaka, penelitian lapangan, pengambilan sampel, uji laboratorium, analisis dimensi model enkapsulasi, analisis kualitas air dan tanah.
Berdasarkan uji sifat fisika tanah, pada disposal Lati dan Sambarata terdiri dari tekstur/jenis tanah liat/lempung berdebu, permeabilitas very low dan porositas high. Sifat kimia tanah disposal Lati dan disposal Sambarata memiliki pH tanah yang sangat masam (SM) – masam (M) dan kapasitas tukar kation (KTK) bernilai rendah yang mencirikan mineral kaolinit (liat).
Pengukuran kualitas air menunjukkan enkapsulasi di Sambarata berhasil mencegah pembentukan AAT, sedangkan metode enkapsulasi di Lati kurang berhasil. Hal ini disebabkan oleh adanya reaksi antara air dan oksigen dengan lapisan PAF membentuk AAT. Lapisan NAF di Lati yang berupa sandstone dengan ukuran butir fine–very fine sand yang cenderung meloloskan air, sementara untuk litologi NAF pada daerah Sambarata didominasi oleh mudstone yang relatif kompak, sehingga kemungkinan untuk meloloskan air relatif kecil.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Jurnal Geologi dan Pertambangan (JGP) is an open-access journal. All articles published in JGP are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, readers and authors are free to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially), provided that proper credit is given to the original authors and JGP as the place of primary publication, and any derivative works are distributed under the same license. Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication.



