Karakteristik Lingkungan Pengendapan Batubara Formasi Haloq dan Formasi Batuayau, Cekungan Kutai Atas: Pendekatan Organik dan Anorganik
DOI:
https://doi.org/10.53640/jgp.v1i21.284Keywords:
lingkungan pengendapan, Formasi Haloq, Formasi Batuayau, Cekungan Kutai Atas, organik dan anorganik.Abstract
Batubara pada Formasi Haloq dan serpih karbonan pada Formasi Batuayau yang berasal dari Cekungan Kutai Atas telah diteliti karakteristik lingkungan pengendapannya menggunakan pendekatan ilmiah organik (petrografi organik), komposisi kimia batubara (proksimat dan ultimat), dan anorganik (x-ray diffraction). Analisis petrografi organik dalam menentukan material organik pembentuk, jenis rawa gambut, dan lingkungan pengendapan batubara menggunakan indikator Tissue Preservation Index (TPI ), Gelification Index (GI), Groundwater Index (GWI), dan Vegetation Index (VI ). Berdasarkan keempat indikator tersebut, batubara Formasi Haloq merupakan jenis rawa gambut ombrotrophic yang diendapkan pada kondisi limnic dengan tipe high moor. Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa batubara pada Formasi Haloq memiliki nilai kandungan abu 2,7-6,2% (adb), lengas bawaan 1,62-3,06% (adb), zat terbang 39,9-45,1% (adb), karbon tertambat 46,7-52,4% (adb). Adapun serpih karbonan pada Formasi Batuayau memiliki nilai kandungan abu 63,3-70,2% (adb), lengas bawaan 2,45-2,49% (adb), zat terbang 14,4-18,8% (adb), dan karbon tertambat 12,9-15,4% (adb). Kedua contoh batuan tersebut memiliki rerata kandungan sulfur yang tinggi yaitu 1,53% (adb) pada Formasi Haloq dan 1,78% (adb) pada Formasi Batuayau. Hasil analisis x-ray diffraction menunjukkan bahwa pada batubara dan serpih karbonan hadir mineral beidelite yang merupakan ubahan dari smectite, dan mineral nacrite yang merupakan ubahan dari kaolinite. Melanterite dan magnesiocopiate merupakan mineral sulfat sekunder yang diindikasikan terbentuk akibat pengaruh oksidasi pada pirit. Berdasarkan analisis indikator TPI, GI, GWI, dan VI, batubara pada Formasi Haloq diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan pengendapan lower delta plain. Adapun serpih karbonan pada Formasi Batuayau diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan pengendapan yang sama berdasarkan pada kemiripan maseral dan perubahan karakter mineralnya.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Jurnal Geologi dan Pertambangan (JGP) is an open-access journal. All articles published in JGP are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Under this license, readers and authors are free to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially), provided that proper credit is given to the original authors and JGP as the place of primary publication, and any derivative works are distributed under the same license. Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication.



