Pemanfaatan dan Edukasi Tanaman Lidah Buaya Menjadi Sabun Herbal Untuk dijadikan UMKM dan Kesehatan Lokal Di Kelurahan Amborawang Darat Kecamatan Samboja Barat.

Authors

  • INDRA LESMANA LESMANA Universitas Kutai Kartanegara image/svg+xml
  • Muhammad Alief Maulana
  • Abil Praditia Rahman
  • Natanael Frengly Aditya
  • Ahmad Noryadi
  • Agus Wijaya
  • Rahma Alya
  • Fani Aulia Putri
  • Indira Meilani Putri
  • Cut Seila Marsya
  • Rusmah Mujalipah
  • Sahidul Qomar

Keywords:

lidah buaya, sabun herbal, pengabdian masyarakat, KKN, Amborawang Darat

Abstract

Pembuatan dan pemanfaatan sabun herbal lidah buaya di tiga Rukun Tetangga (RT), yaitu RT 05, RT 03, RT 12, di Kelurahan Amborawang Darat, Kecamatan Samboja Barat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan tanaman lidah buaya sebagai sabun herbal yang kaya manfaat, sekaligus memberikan solusi praktis dalam mengatasi masalah umkm yang ada di kelurahan amborawang darat. Pelaksanaan kegiatan melibatkan partisipasi aktif ibu-ibu PKK di masing-masing RT, dengan metode teori dan praktik langsung pembuatan sabun herbal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan sabun herbal, yang diharapkan dapat memberikan inovasi umkm dan Pemanfaatan tanaman toga dan lingkungan di wilayah tersebut. 

References

Igbeneghu, O. A. 2013. “The Antimicrobial Assessment of Some Nigerian Herbal Soap.”

African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicines 10(6):513

doi:10.4314/ajtcam.v10i6.21.

Ramadhia, Mulihah, Sri Kumalaningsih, and Imam Santoso. 2012. “The Making of Aloe

Vera Powder (Aloe Vera L.) with Foam-Mat Drying Method.” Jurnal Teknologi

Pertanian 13(2):125–37.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Pemanfaatan dan Edukasi Tanaman Lidah Buaya Menjadi Sabun Herbal Untuk dijadikan UMKM dan Kesehatan Lokal Di Kelurahan Amborawang Darat Kecamatan Samboja Barat. (2025). Olah Bebaya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 1-9. https://ejurnal.unikarta.ac.id/jpmu/article/view/2002