Jurnal Magrobis https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/magrobis Magrobis Journal: Journal of Agriculture (Agrotechnology and Agribusiness) Agriculture Faculty, University of Kutai Kartanegara, Indonesia en-US Jurnal Magrobis 1412-0828 Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Kelelawar (Guano) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.) https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/magrobis/article/view/823 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran kelelawar terhadap pertumbuhan dan hasil Kedelai (<em>Glycine max</em> L.). Penelitian dimulai pada bulan Agustus sampai November 2018, berlokasi di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.</p> <p>Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan (tunggal) yang diulang sebanyak 3 kali, dengan pemberian pupuk kotoran kelelawar (K) sebagai perlakuan terdiri dari 9 taraf: terdiri k<sub>0 </sub>= kontrol, k<sub>1</sub>= 3 t ha<sup>-1 </sup>(0,6 kg petak<sup>-1</sup>), k<sub>2 </sub>= 6 t ha<sup>-1</sup>(1,2 kg petak<sup>-1</sup>), k<sub>3 </sub>= 9 t ha<sup>-1</sup>(1,8 kg petak<sup>-1</sup>), k<sub>4</sub>= 12 t ha<sup>-1</sup> (2,4 kg petak<sup>-1</sup>), k<sub>5</sub> = 15 t ha<sup>-1 </sup>(3 kg petak<sup>-1</sup>), k<sub>6</sub> = 18 t ha<sup>-1 </sup>(3,6 kg petak<sup>-1</sup>), k<sub>7</sub> = 21 t ha<sup>-1</sup> (4,2 kg petak<sup>-1</sup>) dan k<sub>8 </sub>= 24 t ha<sup>-1 </sup>(4,8 kg petak<sup>-1</sup>).</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Kelelawar (Guano) ha<sup>-1 </sup>dan hasil terendah pada perlakuan k<sub>0 </sub>(kontrol) dengan rata-rata 2,15 t ha<sup>-1</sup>. Berdasarkan hasil analisis polinom ortogonal terhadap hasil biji kering per ha didapatkan kurva kuadratik dengan persamaan regresi dan koefisien determinasi, yaitu y = 2,1576 + 0,0011 x - 0,0001 x<sup>2 </sup>dan R² = 0,6974</p> Erwin Arief Rochyat Eka Rahmawati Richorius Robby Lohim Copyright (c) 2020 http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-10-20 2020-10-20 20 2 196 202 Efektivitas Pupuk Organik Cair Keong Mas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Varietas Ciherang https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/magrobis/article/view/824 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas POC keong mas terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah varietas Ciherang. Pelaksanaan penelitian dimulai bulan April sampai dengan Agustus 2018, bertempat di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor perlakuan adalah POC keong mas (k) yang terdiri atas 7 taraf, yaitu tanpa POC keong mas (k<sub>0</sub>), POC keong mas dengan konsentrasi 7 ml L<sup>-1</sup> air (k<sub>1</sub>), POC keong mas dengan konsentrasi 14 ml L<sup>-1</sup>&nbsp; air (k<sub>2</sub>), POC keong mas dengan kosentrasi 21 ml L<sup>-1</sup>&nbsp; air (k<sub>3</sub>), POC keong mas dengan konsentrasi 28 ml L<sup>-1</sup> air (k<sub>4</sub>), POC keong mas dengan kosentrasi 35 ml L<sup>-1</sup>&nbsp; air (k<sub>5</sub>), dan POC keong mas dengan konsentrasi 42 ml L<sup>-1</sup> air (k<sub>6</sub>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC keong mas berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 20 dan 40 hari setelah tanam (HST), jumlah anakan 42 HST, anakan produktif, umur berbunga 80 %, jumlah gabah per malai dan hasil gabah kering giling ha<sup>-1</sup>, tetapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 1 minggu sebelum panen. &nbsp;Perlakuan POC keong mas dengan konsentrasi 35 ml L<sup>-1</sup> air (k<sub>5</sub>) memberikan hasil gabah kering giling terendah yaitu 5,22±0,98 t ha<sup>-1</sup> dan rata-rata hasil tertinggi gabah kering giling diperoleh dari perlakuan POC keong mas dengan konsentrasi 42 ml L<sup>-1</sup>&nbsp; air (k<sub>6</sub>) yaitu sebanyak 6,39±0,50 t ha<sup>-1</sup>.</p> Candra Catur Nugroho Karno Supriyono Copyright (c) 2020 http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-10-30 2020-10-30 20 2 203 214 Profil Budidaya Ikan Toman Di Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/magrobis/article/view/825 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil usaha budidaya ikan toman di Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2019. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu penelitan dengan cara mendeskripsikan keadaan di lapangan dari sejumlah individu yang di wawancara secara langsung. yang dijadikan sampel dengan menggunakan kuisioner.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan aspek teknis, aspek kelembagaan, aspek social, aspek pasar, dan aspek finansial usaha budidaya ikan Toman ini telah memberikan dampak positif dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan karena telah menghasilkan keuntungan serta telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk Kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat. Namun demikian masih perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan akses pasar, kemitraan, pengadaan saprodi dan pembinaan teknis budidaya dengan melibatkan semua komponen yang terkait termasuk pemerintah dan pihak swasta.</p> Arista Damayanti Copyright (c) 2020 http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-10-20 2020-10-20 20 2 215 219 Analisis Keikutsertaan Petani dalam Pemanfaatan Jasa Koperasi Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/magrobis/article/view/773 <p><em>This study aims to find out farmer participations rate in the use of cooperative services and the relationship between internal factors and external factors with the participation farmers. This research was carried out during May 2018 with the number of samples 66 oil palm farmers in kongbeng, east kutai. The data analysis technique used is descriptive statistics and Rank Spearman correlation. The results showed the level of farmer participation on utilization of the services of smallholder oil palm plantation cooperatives is in the high category. Utilization of cooperative services in the form of transportation and marketing of palm oil products to cooperative partner companies, providing loan recommendations to banks and procurement of non-subsidized plantation production facilities. Internal factors that are significantly related to farmer participation, namely the areable land and the length of time being a member of the cooperative. External factors that are significantly related to farmer participation are farmer group support and local government support.</em></p> Christian Pratama Putra Dwi Sadono Djoko Susanto Copyright (c) 2020 http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-10-20 2020-10-20 20 2 220 228 Analisis Total Plate Count (TPC) Dengan Penambahan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) Pada Lahan Di Kutai Timur https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/magrobis/article/view/826 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan bakteri petrofilik dan <em>Total Petroleum Hydrocarbon</em> (TPH) pada sampel tanah yang diolah secara fitoremediasi dengan perlakuan kandungan konsentrasi hidrokarbon (oli bekas) atau TPH dalam contoh tanah yaitu 0.5 %, 1 %, 2 %, 3 % ,4 % dan 5 % termasuk contoh yang digunakan sebagai kontrol (0 %). Masing-masing tanah uji diberi perlakuan sama saat <em>start up</em>, yaitu dengan pemberian 0.5 gram pupuk NPK. Hasil analisis TPC pada masing-masing perlakuan diketahui bahwa semua contoh tanah mempunyai kelimpahan bakteri petrofilik. Sementara, hasil analisis pengamatan TPH berbanding lurus dengan aktifitas TPC yang membentuk pola seperti lintasan parabola, pola lintasan tersebut terkait dengan ketersediaan nutrisi dan kadar hidrokarbon dalam tanah sehingga nilai TPC dapat diketahui dari pengukuran nilai TPH tanah yang terkontaminasi hidrokarbon tersebut.</p> Anisum Amprin Copyright (c) 2020 http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-10-20 2020-10-20 20 2 229 235 Respon Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine Max L. Merill) Dari Pemberian Trichokompos Dan ZPT Ratu Biogen https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/magrobis/article/view/827 <p>The purpose of this study was to determine the response of trichocompost fertilizer and ZPT Ratu Biogen and its interactions on the growth and yield of soybeans (<em>Glycine max </em>L. Merill). This research was conducted from November 2019 to February 2020 in Bukit Biru Sub-District, Tenggarong District, Kutai Kartanegara District. The study was arranged in a Randomized Complate Block Design (RCBD) with a 3x3 factorial pattern with three replications. The first factor is trichocompost (T) which consists of 3 levels, namely t<sub>0</sub> (control or no treatment) t<sub>1</sub> (2.9 kg plot<sup>-1</sup>) t<sub>2</sub> (5.8 kg plot<sup>-1</sup>) and the second factor is ZPT Ratu Biogen (Z) ie z<sub>0</sub> (control or no treatment) z<sub>1</sub> (2 ml L<sup>-1</sup> Water) z<sub>2</sub> (4 ml L<sup>-1</sup> Water).</p> <p>The results showed that the effect of giving trichocompost had no significant effect on the parameters of observation of plant height, age of flowering plants, number of pods, weight of 100 dry seeds and yield of dry weight t ha<sup>-1</sup>. The highest average yields in treatment t<sub>2</sub> (5.8 kg plot<sup>-1</sup>) with an average yield of 1.05 t ha<sup>-1</sup> and the lowest yields in treatment t<sub>0</sub> (control or no treatment) with an average yield of 0,92 years ha<sup>-1</sup>. The results showed that the effect of giving ZPT Ratu Biogen gave no significant effect on the parameters of observation of plant height, age of flowering plants, number of pods, weight of 100 dried seeds, and yields of dry weight t ha<sup>-1</sup>. In the treatment z<sub>1</sub> (2 ml L<sup>-1</sup> Water) gave the highest yield with an average yield of 1.08 t ha<sup>-1</sup>, while the lowest in the z<sub>0</sub> treatment (control or no treatment) gave the lowest yields with an average yield 0.90 t ha<sup>-1</sup>.</p> <p>The interaction results between the effect of giving trichocompost and ZPT Ratu Biogen were not significantly different to the parameters of plant height, age of flowering plants, number of pods, weight of 100 dry seeds, and yield of dry weight t ha<sup>-1</sup>. The highest average yield was obtained for the treatment of t<sub>2</sub>z<sub>1</sub> (5.8 kg<sup>-1</sup> and 2 ml L<sup>-1 </sup>Water) with an average yield of 1.16 t ha<sup>-1</sup>. While the lowest yield was at t<sub>0</sub>z<sub>0</sub> treatment (control or no treatment at all) with an average yield of 0.73 t ha<sup>-1</sup>.</p> Sundari Syahrani Muhammad Saifudin Copyright (c) 2020 http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-10-20 2020-10-20 20 2 236 244 Pengaruh Solid Terhadap Hasil Kubis Bunga (Brassica Oleracea Var Botrytis L.) https://ejurnal.unikarta.ac.id/index.php/magrobis/article/view/828 <p>This study aims to determine the effect of solid on &nbsp;&nbsp;yield of flower cabbage (<em>Brassica oleracea var botrytis</em> L.). This research started from November 2019 to February 2020, located in Puan Cepak Village, Muara Kaman District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The research was arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a single factorial analysis with three replications. The first factor of treatment was solid administration (S) consisting of 7 levels of s<sub>0</sub> (without fertilizer), s<sub>1</sub> = 5 t ha<sup>-1</sup> (1.8 kg plot<sup>-1</sup>), s<sub>2</sub> = 10 t ha<sup>-1</sup> (3.6 kg plots<sup>-1</sup>), s<sub>3</sub> = 15 t ha<sup>-1</sup> (5.4 kg plot<sup>-1</sup>), s<sub>4</sub> = 20 t ha<sup>-1</sup> (7.2 kg plot<sup>-1</sup>), s<sub>5</sub> = 25 t ha<sup>-1</sup> (9 kg plot<sup>-1</sup>), and s<sub>6</sub> = 30 t ha<sup>-1</sup> (10.8 kg plot<sup>-1</sup>).</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; The results showed that solid treatment had a significant effect on five parameters, plant age at flowering, flower diameter, harvest age, flower weight on plants and crop yield per hectare (t ha<sup>-1</sup>). The highest yield per hectare was in s6 treatment with an average of 16.29 t ha<sup>-1</sup>.</p> Mohamad Fadli Syahrani Chevy Barlian Copyright (c) 2020 http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2020-10-20 2020-10-20 20 2 245 252